Sabtu, 03 September 2016

BAB IV
HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

           
4.1. Hasil Pengamatan
      Penulis mendapatkan data-data tentang apa saja software dan hardware yang digunakan begitu pula dengan sistem jaringan atau Lokal Area Network (LAN) yang digunakan PT.Multi Karya Usaha
1.      Data-data LAN di PT.Multi Karya Usaha
Divisi Departemen

 
Untuk topologi PT.Multi Karya Usaha menggunakan topologi Star dimana terkontrol pada satu link atau simpul yang di namakan stasiun primer atau server.
 














Gambar 3.1 Jaringan Komputer PT.Multi Karya Usaha


Gambar jaringan komputer di PT.Multi Karya Usaha dapat di jelaskan sebagai berikut :
1.      Divisi Departemen mempunyai sebelas komputer yang berfungsi untuk online ke satu komputer di bagian DH / ADH sebagai auditorium.Dengan IP 192.168.0.2
2.      Satu komputer untuk Manager yang berfungsi untuk Center Control Unit dan Report  sebagai Cross check antar area, dengan IP192.168.0.3
3.      Satu komputer untuk Ass. Manager yang berfungsi untuk Center Control Unit.dengan IP 192.168.0.3
4.      HRD mempunyai empat komputer dengan IP 192.168.0.4 yang masing-masing  mempunyai fungsi sebagai berikut :
a.       Untuk data karyawan.
b.      Penentuan schdule.
c.       Pengajian.
d.      Administration report.
5.      DH / ADH mempunyai empat komputer dengan IP 192.168.0.5 yang masing-masing  mempunyai fungsi sebagai berikut :
a.       Sebagai audit dari Divisi Departemen.
b.      Akunting.
c.       Data barang.
d.      Report transaksi.
6.      Sedangkan divisi IT mempunyai empat komputer Dengan IP 192.168.0.1 yang berfungsi sebagai :
a.       Controling data,
b.      Sistem informasi data.
c.       Report data dari semua divisi yang kemudian  me-report ke manager dan kantor pusat di Jakarta.
7.      Switch Hub mempunyai dua buah yaitu :
a.       Swich Hub pertama berfungsi untuk seluruh komputer cashier yang terkoneksi dengan sistem fiber optic.
b.      Swich Hub kedua berfungsi untuk seluruh komputer di setiap divisi yang terkoneksi ke server dengan sistem fiber optic.
8.      Media Transmisi
Media transmisi yang digunakan adalah kabel UTP dengan konektor RJ 45 dan kabel fiber optic dimana digunakan untuk menghubungkan ke workstation cashier.
9.      Jumlah host
Jumlah host yang ada hanya satu dengan workstation  sebanyak tiga puluh sembilan.
10.  Sistem Operasi
Sistem operasi yang digunakan adalah Windows 98



11.  Perangkat Keras LAN
-          PC atau workstation di cashier semuanya memakai Pentium 2 dengan spesifikasi  : harrdisk 40 GB,  128 RAM,  Monitor  14’ merk Samsung dengan sistem operasi windows 98.
-          PC atau workstation di semua divisi memakai Pentium 4 dengan spesifikasi : harrdisk 80 GB,  512 RAM,  Monitor  14’ merk Samsung dengan sistem operasi windows 98. kecuali untuk divisi IT ada dua komputer yang memakai sistem operasi windows xp.
-          Kabel fiber optic.
-          Kabel UTP.
-          Konektor RJ 45.
-          Modem US Robotnic 56 kb fax modem.
-          Switch atau hub
  12. Perangkat Lunak
-          Microsoft Office 2000.
-          ACDSee 32.
-          Winzip.
-          Novell Client Server atau Novell Network.
-          Simantic Antivirus.
-          Database dengan FoxPro .
-          Visi Anyware 8.
-          ADSL.
-          VNC.
-          Ishida.
-          Fox Pro.
-          Automatic Data Inter Change.
-          Cisco System 48 Channel.
              13. Model Hubungan
Model hubungan yang digunakan adalah Client-Server.
               14. IP Address
IP Address yang digunakan 10.64.40.0/124
IP Address network      10.64.40.0
IP Address broadcast   10.64.40.128
Subnetting IP Address LAN
Subnetting menggunakan masking 25 bit.
Subnet mask yang digunakan yaitu : 255.255.255.128
15. Ukuran Ruang Server
Ukuran ruang server 2x3m.
16.  Pengelolaan LAN
Pengelolaan LAN dilakukan secara independent oleh beberapa IT dan saling berhubungan dengan IT pusat.
14.  Keamanan LAN
Keamanan   LAN   diatur   oleh   para  IT  dengan  menggunakan  software Symantic  Antivirus dan Novell Network.
                   16. Pemeliharaan LAN
Pemeliharaan LAN dilakukan oleh para IT itu sendiri yang dilakukan setiap dua hari sekali dimana bagian IT melakukan cek ke setiap komputer baik itu dari ruangan ataupun secara langsung kesetipap komputer.
Data-data di atas, penulis dapatkan dari salah seorang Supervisor IT yang bernama Bapak Bayu Wicaksono dengan terlebih dahulu meminta izin dari pihak managemen PT.Multi Karya Usaha pendataan secara langsung dari hasil kerja praktek.




4.2. Hasil Pengamatan
Dalam  hal  ini penulis  akan  membahas mengenai  beberapa teori penting yang dapat menunjang dan menjadi bahan kerja peraktek dalam pembuatan laporan praktek kerja. Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama-sama menggunakan hardware/software yang terhubung dengan jaringan. Setiap komputer, printer atau periferal yang terhubung dengan jaringan disebut node. Sebuah jaringan komputer dapat memiliki dua, puluhan, ribuan atau bahkan jutaan node.
A.    Local Area Network
Local Area Network (LAN), merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor suatu perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama sumberdaya (resouce, misalnya printer) dan saling bertukar informasi. Membangun sebuah jaringan LAN membutuhkan perencanaan yang matang dan efisien, sehingga LAN yang telah dibangun dapat dioptimalkan penggunaannya. Perlu dipikirkan juga rencana 3-5 tahun kedepan, apakah LAN masih mampu menangani beban kerja yang telah dirancang sebelumnya, baik dari segi software maupun hardware yang ada pada LAN tersebut. Untuk membangun sebuah LAN, diperlukan dan disiapkan komponen-komponen sebagai berikut :
-          Server, yaitu penyedia layanan bagi komputer lain  dalam jaringan.
-          Client/Workstation, yaitu komputer penerima layanan dari server.
-          Komponen-komponen pendukung seperti : UPS (Uninterruptible Power supply), HUB/Concentrator, Kabel UTP(Unshielded Twisted Pair), Connector Rj 45, Crimpt Tool/Tang UTP, Printer, Modem, Line Telepon (bila perlu).
a.       Aturan Instalasi Jaringan pada LAN
10-Base-T(Kabel UTP kategori 3 ®10 Mbps)
100-Base-T(Kabel UTP kategori 5 ®100Mbps)
b.      Instalasi Kabel UTP pada LAN
Panjang Kabel UTP :
-          HUB ®Server, max 8 m
-          HUB ®Client, max 100m
Jumlah hub/switch dalam hubungan chains maksimal empat, Jumlah segment maksimal 1024 buah (Segment adalah panjang klabel koneksi dari sebuah Device  (Komputer, printer dsb) ke Concentration Device (HUB, Switch, Bridge, Router, dsb). Pemasangan kabel UTP ke konektor Rj 45 :
Tabel III.1 Metode “Straight” ®NIC«HUB, cara pemasangnanya
Putih Oranye
1
Putih Oranye
Oranye
2
Oranye
Putih Hijau
3
Putih Hijau
Biru
4
Biru
Putih Biru
5
Putih Biru
Hijau
6
Hijau
Putih Coklat
7
Putih Coklat
Coklat
8
Coklat

Tabel III.2 Metode “Crossover” ® NIC « NIC, cara pemasngannya
Putih Oranye
1
Putih Hijau
Oranye
2
Hijau
Putih Hijau
3
Putih Oranye
Biru
4
Biru
Putih Biru
5
Putih Biru
Hijau
6
Oranye
Putih Coklat
7
Putih Coklat
Coklat
8
Coklat

c.       TCP/IP
TCP (Transmition Control Protocol), merupakan bagian dari protokol TCP/IP untuk menjamin integritas data yang dikirim. IP (Internet Protokol), merupakan bagian dari protokol TCP/IP yang digunakan untuk pengalamatan data.
IP Address yang digunaka pada LAN menggunakan “IP PRIVATE” :
-                kelas A :10.0.0.0 - 10.255.255.255
-                kelas B :172.16.0.0 - 172.31.255.255
-                kelas C :192.168.0.0 - 192.168.255.255
Subnet mask merupakan deretan digit biner 32 bit yang digunakan untuk :
-          Membedakan Network ID dan Host ID
-          Menunjukkan letak suatu host, apakah berada dijaringan lokal atau jaringan luar.
-          Subnet mask (dalam dotted deciaml) kelas A : 255.0.0
-          Subnet mask kelas B : 255.255.0.0
-          Subnet mask kelas C : 255.255.255.0
d.      Network ID (NID) dan Host ID (HID)
   Aturan dasar pemilihan Network ID (NID) dan Host ID (HID) :
1. NID adalah bagian dari IP Address yang digunakan untuk   menunjukkan jaringan tempat komputer berada.
2. HID adalah bagian dari IP Address yang digunakan untuk menunjukkan workstation, server, router, dan semua host TCP/IP lainnya dala, jaringan tersebut.
3. NID tidak boleh samadengan 127 ® lopback(IP Address yang digunakan komputer untuk menunjuk dirinya sendiri).
4. Tidak boleh ada dua host yang memilih  HID yang sama.
5. NID dan HID tidak boleh semua bitnya 0 (IP Address dengan HID sama dengan 0 diartikan sebagai alamat network; menunjuk suatu jaringan bukan menunjuk suatu host).
6. HID dan NID tidak boleh semua bitnya 255 ® Broadcast (alamat yang mewakili seluruh anggota jaringan).
B.     Topologi Jaringan Komputer
Topologi adalah suatu cara menghubungkan komputer yang satu dengan komputer lainnya sehingga membentuk jaringan. Cara yang saat ini banyak digunakan adalah bus, oken-ring, star dan peer-to-peer network. Masing-masing topologi ini mempunyai ciri khas, dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri.
1. Topologi Bus
Gambar 3.2 Topologoi bus
Keuntungan :
- Hemat kabel
- Layout Kabel sederhana
- Mudah dikembangkan
Kerugian :
- Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil
- Kepadatan lalu lintas
- Bila salah satu client rusak, maka jaringan tidak bisa berfungsi
- Diperlukan repeater jarak jauh.
2.  Topologi Token Ring
Metode token-ring (sering disebut ring saja) adalah cara menghubungkan komputer sehingga berbentuk ring (lingkaran). Setiap simpul mempunyai tingkatan yang sama.Jaringan akan disebut sebagai loop, data dikirimkan kesetiap simpul dan setiap informasi yang diterima simpul diperiksa alamatnya apakah data itu untuknya atau bukan.
Token ring
 
Gambar 3.3 topologi token ring
-          Keuntungan : Hemat kabel
-          Kerugian : Peka kesalahan dan pengembangan jaringan lebih kaku
2.      Topologi STAR
Kontrol terpusat, semua link harus melewati pusat yang menyalurkan data tersebut kesemua simpul atau client yang dipilihnya. Simpul pusat dinamakan stasium primer atau server dan lainnya dinamakan stasiun sekunder atau client server. Setelah hubungan jaringan dimulai oleh server maka  setiap  client  server  sewaktu-waktu  dapat menggunakan hubungan jaringan tersebut tanpa menunggu perintah dari server.
Gambar 3.4 topologi star
Keuntungan :
-          Paling fleksibel.
-          Pemasangan/perubahan stasiun sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan lain.
-          Kontrol terpusat sehingga memudahaan pengelolaan jaringan.
-          Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan.
Kerugian :
-          Boros kabel.
-          Perlu penanganan khusus.
-          Kontrol terpusat (HUB) jadi elemen kritis.





4.  Topologi Peer to Peer Network
Peer artinya rekan sekerja. Peer-to-peer network adalah jaringan komputer yang terdiri dari beberapa komputer (biasanya tidak lebih dari 10 komputer dengan 1-2 printer). Dalam sistem jaringan ini yang diutamakan adalah penggunaan program, data dan printer secara bersama.
C.     Manfaat Jaringan Komputer
Setelah kita membicarakan dan mengenal jenis-jenis dan topologi jaringan komputer.setelah itu kita akan membahas tentang manfaat jaringan komputer diantaranya :
-          Resource Sharing, Dapat menggunakan sumber daya yang ada secara bersama-sama. Misalnya seorang pengguna yang berada 100 km jauhnya dari suatu data,tidak mendapatkan kesulitan dalam menggunakan data tersebut, seolah-olah data tersebut berada didekatnya. Hal ini sering diartikan bahwa mangatasi masalah jarak.
-          Reliabilitas Tinggi, dengan jaringan komputer kita akan mendapatkan reliabilitas yang tinggi dengan memiliki sumber-sumber alternatif persediaan. Misalnya,semua file dapat disimpan atau dicopy ke dua, tiga atu lebih komputer yang terkoneksi kejaringan. Sehingga bila salah satu mesin rusak, maka salinan di mesin yang lain bisa digunakan.
-          Menghemat Uang, komputer berukutan kecil mempunyai rasio harga/ kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan komputer yang besar. Komputer besar seperti mainframe memiliki kecapatan kira-kira sepuluh kali lipat kecepatan komputer kecil/pribadi. Akan tetapi, harga mainframe seribu kali lebih mahal dari komputer pribadi. Ketidakseimbangan rasio harga/kinerja dan kecepatan inilah membuat para perancang sistem untuk membangun sistem yang terdiri dari komputer-komputer pribadi.
D.    DNS (Domain Name System)
Domain name system adalah system database terdistribusi yang digunakan untuk  pencarian  nama  (name resolution)  pada  suatu jaringan  yang berbasis TCP/IP (transmission control protocol/internet protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi yang berhubungan dengan internet seperti web-browser, email dan lain sebagainya., dimana DNS membantu memetakan alamat IP ke nama komputer atau sebaliknya.
Fungsi dari DNS adalah menerjemahkan nama komputer ke IP address (memetakan). Client DNS disebut dengan resolvers dan DNS server disebut dengan name servers. Resolvers atau client mengirimkan permintaan ke name server berupa queries. Name server akan memproses dengan cara mencek ke local database DNS, menghubungi name server lainnya atau akan mengirimkan message failure jika ternyata permintaan dari client tidak ditemukan. Proses tersebut disebut dengan Forward Lookup Query, yaitu permintaan dari client dengan cara memetakan nama komputer (host) ke IP address.
Client
 
Client
 
DNS
Server
 
Gambar 3.5 cara kerja DNS
              1. Resolver mengirimkan queri ke name server.
              2. Name  server  mengecek ke lokal database. jika tidak ditemukan name
            server menghubungi name server lain atau menghubungi root level     domain jika masih belum ditemukan maka name server mengirimkan  failure message.
3. resolver menghubungi alamat yang dituju dengan IP address yang diberikan oleh name server.
DNS  biasanya  diterapkan dengan menggunakan   server  DNS  yang memiliki wewenang atau otoritas dalam mengelola nama domain dan mengacu ke beberapa nama domain lainnya yang dikelola oleh DNS server lainnya.
5. DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)
Dynamic Host Configuration Protocol adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server. DHCP didefinisikan dalam RFC 2131 dan RFC 2132 yang dipublikasikan oleh Internet Engineering Task Force. DHCP merupakan ekstensi dari protocol Bootstrap Protocol (BOOTP). Karena DHCP merupakan sebuah protokol yang  menggunakan arsitektur  client/server, maka  dalam DHCP terdapat dua pihak yang terlibat, yakni DHCP Server dan DHCP Client.
-          DHCP  server  merupakan  sebuah  mesin  yang  menjalankan  layanan yang dapat "menyewakan" alamat IP dan informasi TCP/IP lainnya kepada semua klien yang memintanya. Beberapa sistem operasi jaringan seperti Windows NT Server, Windows 2000 Server, Windows Server 2003, atau GNU/Linux memiliki layanan seperti ini.
-          DHCP client merupakan mesin klien yang menjalankan perangkat lunak klien DHCP yang memungkinkan mereka untuk dapat berkomunikasi dengan DHCP Server. Sebagian besar sistem operasi klien jaringan (Windows NT Workstation, Windows 2000 Professional, Windows XP, Windows Vista, atau GNU/Linux) memiliki perangkat lunak seperti ini.
DHCP server umumnya memiliki sekumpulan alamat yang diizinkan untuk didistribusikan kepada klien, yang disebut sebagai DHCP Pool. Setiap klien kemudian akan menyewa alamat IP dari DHCP Pool ini untuk waktu yang ditentukan oleh DHCP, biasanya hingga beberapa hari. Manakala waktu penyewaan alamat IP tersebut habis masanya, klien akan meminta kepada server untuk memberikan alamat IP yang baru atau memperpanjangnya. DHCP Client akan mencoba untuk mendapatkan "penyewaan" alamat IP dari sebuah DHCP server dalam proses empat langkah berikut :
-          DHCP DISCOVER : DHCP client akan menyebarkan request secara broadcast untuk mencari DHCP server yang aktif.
-          DHCP OFFER : Setelah DHCP Server mendengar broadcast dari DHCP  Client,  DHCP server kemudian  menawarkan sebuah  alamat kepada DHCP client.
-          DHCPREQUEST : Client meminta DCHP server untuk menyewakan alamat IP dari salah satu alamat yang tersedia dalam DHCP Pool pada DHCP Server yang bersangkutan.
-          DHCP ACK : DHCP server akan merespons permintaan dari klien dengan mengirimkan paket acknowledgment. Kemudian, DHCP server akan menetapkan sebuah alamat (dan konfigurasi TCP/IP lainnya) kepada klien, dan memperbarui basis data database miliknya. Klien selanjutnya akan memulai proses binding dengan tumpukan protokol TCP/IP dan karena telah memiliki alamat IP, klien pun dapat memulai komunikasi jaringan.
    Empat tahap di atas hanya berlaku bagi klien yang belum memiliki alamat. Untuk klien yang sebelumnya pernah meminta alamat kepada DHCP server yang sama, hanya tahap 3 dan tahap 4 yang dilakukan, yakni tahap pembaruan alamat (address renewal). Berbeda dengan sistem DNS yang terdistribusi, DHCP bersifat stand-alone, sehingga jika dalam sebuah jaringan terdapat beberapa DHCP server, basis data alamat IP dalam sebuah DHCP Server tidak akan direplikasi ke DHCP server lainnya. Hal ini dapat menjadi masalah jika konfigurasi antara dua DHCP server tersebut berbenturan, karena protokol IP tidak mengizinkan dua host memiliki alamat yang sama.
Catatan : DHCP server harus memiliki alamat IP yang statis.




3.      Terjadinya trouble shooting
      Permasalahan yang muncul dari sistem jaringan yang dipasang di PT.Multi Karya Usaha adalah :
-          Server terkadang sering mati atau hang sehingga akses data tidak berjalan lancar.
-          Jaringan yang terlalu sibuk mengakibatkan akses data lambat tanpa diimbang dengan kapasitas hardisk.
-          Kapasitas ruang hardisk server terlalu penuh yang mengakibatkan akses data lambat.
-          Ruang server terlalu sempit dan tidak berada diruangan terbuka.
-          Penggunaan hub atau swicth hanya dua sehingga beberapa ruangan lang sung connect ke server.

-          Para karyawan yang kurang pemahaman tentang penggunaan komputer sehingga sering terjadi salah mematikan aplikasi program yang dikarenakan human errors

Tidak ada komentar:

Posting Komentar