BAB IV
HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil
Pengamatan
Penulis mendapatkan
data-data tentang apa saja software
dan hardware yang digunakan begitu
pula dengan sistem jaringan atau Lokal Area Network (LAN) yang digunakan PT.Multi Karya Usaha
1. Data-data
LAN di PT.Multi Karya Usaha
|
Untuk topologi PT.Multi Karya Usaha
menggunakan topologi Star dimana
terkontrol pada satu link atau simpul
yang di namakan stasiun primer atau server.
![]() |

Gambar 3.1 Jaringan Komputer PT.Multi
Karya Usaha
Gambar
jaringan komputer di PT.Multi Karya Usaha dapat di jelaskan sebagai berikut :
1. Divisi Departemen mempunyai sebelas komputer yang
berfungsi untuk online ke satu komputer di bagian DH / ADH sebagai auditorium.Dengan IP 192.168.0.2
2. Satu komputer untuk Manager yang berfungsi untuk Center Control Unit dan Report
sebagai Cross check antar
area, dengan IP192.168.0.3
3. Satu komputer untuk Ass. Manager yang berfungsi
untuk Center Control Unit.dengan IP 192.168.0.3
4. HRD mempunyai empat komputer dengan IP 192.168.0.4
yang masing-masing mempunyai fungsi
sebagai berikut :
a.
Untuk data
karyawan.
b.
Penentuan
schdule.
c.
Pengajian.
d.
Administration report.
5. DH / ADH mempunyai empat komputer dengan IP 192.168.0.5
yang masing-masing mempunyai fungsi
sebagai berikut :
a.
Sebagai audit
dari Divisi Departemen.
b.
Akunting.
c.
Data barang.
d.
Report
transaksi.
6. Sedangkan divisi IT mempunyai empat komputer Dengan IP 192.168.0.1
yang berfungsi sebagai :
a.
Controling data,
b.
Sistem informasi
data.
c.
Report data
dari semua divisi yang kemudian me-report ke manager dan kantor pusat di
Jakarta.
7. Switch Hub mempunyai dua buah yaitu :
a. Swich Hub pertama berfungsi untuk seluruh komputer
cashier yang terkoneksi dengan sistem fiber
optic.
b. Swich Hub kedua berfungsi untuk seluruh komputer
di setiap divisi yang terkoneksi ke server dengan sistem fiber optic.
8. Media Transmisi
Media
transmisi yang digunakan adalah kabel UTP dengan konektor RJ 45 dan kabel fiber optic dimana digunakan untuk
menghubungkan ke workstation cashier.
9. Jumlah host
Jumlah host yang ada hanya satu dengan workstation sebanyak tiga puluh sembilan.
10. Sistem Operasi
Sistem
operasi yang digunakan adalah Windows 98
11. Perangkat Keras LAN
-
PC atau workstation di cashier semuanya memakai
Pentium 2 dengan spesifikasi : harrdisk
40 GB, 128 RAM, Monitor
14’ merk Samsung dengan sistem operasi windows 98.
-
PC atau workstation di semua divisi memakai
Pentium 4 dengan spesifikasi : harrdisk
80 GB, 512 RAM, Monitor
14’ merk Samsung dengan sistem operasi windows 98. kecuali untuk divisi
IT ada dua komputer yang memakai sistem operasi windows xp.
-
Kabel fiber optic.
-
Kabel UTP.
-
Konektor RJ 45.
-
Modem US Robotnic 56 kb
fax modem.
-
Switch
atau hub
12. Perangkat Lunak
-
Microsoft Office 2000.
-
ACDSee 32.
-
Winzip.
-
Novell Client Server
atau Novell Network.
-
Simantic Antivirus.
-
Database dengan FoxPro
.
-
Visi Anyware 8.
-
ADSL.
-
VNC.
-
Ishida.
-
Fox Pro.
-
Automatic Data Inter
Change.
-
Cisco System 48
Channel.
13. Model Hubungan
Model
hubungan yang digunakan adalah Client-Server.
14. IP Address
IP Address yang
digunakan 10.64.40.0/124
IP Address
network 10.64.40.0
IP Address
broadcast 10.64.40.128
Subnetting
IP Address LAN
Subnetting
menggunakan masking 25 bit.
Subnet
mask yang digunakan yaitu : 255.255.255.128
15. Ukuran Ruang Server
Ukuran ruang
server 2x3m.
16. Pengelolaan
LAN
Pengelolaan
LAN dilakukan secara independent oleh
beberapa IT dan saling berhubungan dengan IT pusat.
14. Keamanan
LAN
Keamanan LAN
diatur oleh para
IT dengan menggunakan
software Symantic Antivirus dan Novell Network.
16. Pemeliharaan LAN
Pemeliharaan LAN
dilakukan oleh para IT itu sendiri yang dilakukan setiap dua hari sekali dimana
bagian IT melakukan cek ke setiap komputer baik itu dari ruangan ataupun secara
langsung kesetipap komputer.
Data-data
di atas, penulis dapatkan dari salah seorang Supervisor IT yang bernama Bapak Bayu
Wicaksono dengan terlebih dahulu meminta izin dari pihak managemen PT.Multi Karya Usaha pendataan
secara langsung dari hasil kerja praktek.
4.2. Hasil
Pengamatan
Dalam hal ini penulis
akan membahas mengenai beberapa teori penting yang dapat menunjang
dan menjadi bahan kerja peraktek dalam pembuatan laporan praktek kerja. Jaringan komputer adalah
sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung dalam
satu kesatuan. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel atau tanpa kabel
sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen
dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama-sama menggunakan
hardware/software yang terhubung dengan jaringan. Setiap komputer, printer atau
periferal yang terhubung dengan jaringan disebut node. Sebuah jaringan komputer
dapat memiliki dua, puluhan, ribuan atau bahkan jutaan node.
A.
Local
Area Network
Local
Area Network (LAN), merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung
atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN seringkali digunakan
untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor
suatu perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama sumberdaya (resouce,
misalnya printer) dan saling bertukar informasi. Membangun sebuah jaringan LAN membutuhkan perencanaan yang matang dan
efisien, sehingga LAN yang telah dibangun dapat dioptimalkan penggunaannya.
Perlu dipikirkan juga rencana 3-5 tahun kedepan, apakah LAN masih mampu
menangani beban kerja yang telah dirancang sebelumnya, baik dari segi software
maupun hardware yang ada pada LAN tersebut. Untuk membangun sebuah LAN,
diperlukan dan disiapkan komponen-komponen sebagai berikut :
-
Server,
yaitu penyedia layanan bagi komputer lain
dalam jaringan.
-
Client/Workstation, yaitu
komputer penerima layanan dari server.
-
Komponen-komponen
pendukung seperti : UPS (Uninterruptible Power supply), HUB/Concentrator, Kabel
UTP(Unshielded Twisted Pair), Connector Rj 45, Crimpt Tool/Tang UTP, Printer,
Modem, Line Telepon (bila perlu).
a.
Aturan Instalasi Jaringan pada
LAN
10-Base-T(Kabel
UTP kategori 3 ®10 Mbps)
100-Base-T(Kabel
UTP kategori 5 ®100Mbps)
b. Instalasi Kabel UTP pada LAN
Panjang Kabel UTP :
-
HUB ®Server, max 8 m
-
HUB ®Client, max 100m
Jumlah
hub/switch dalam hubungan chains maksimal empat, Jumlah segment maksimal 1024
buah (Segment adalah panjang klabel koneksi dari sebuah Device (Komputer, printer dsb) ke Concentration
Device (HUB, Switch, Bridge, Router, dsb). Pemasangan kabel UTP ke konektor Rj
45 :
Tabel III.1 Metode “Straight” ®NIC«HUB, cara pemasangnanya
|
Putih
Oranye
|
1
|
Putih Oranye
|
|
Oranye
|
2
|
Oranye
|
|
Putih
Hijau
|
3
|
Putih Hijau
|
|
Biru
|
4
|
Biru
|
|
Putih
Biru
|
5
|
Putih Biru
|
|
Hijau
|
6
|
Hijau
|
|
Putih
Coklat
|
7
|
Putih Coklat
|
|
Coklat
|
8
|
Coklat
|
Tabel III.2 Metode “Crossover” ® NIC « NIC, cara pemasngannya
|
Putih
Oranye
|
1
|
Putih Hijau
|
|
Oranye
|
2
|
Hijau
|
|
Putih Hijau
|
3
|
Putih Oranye
|
|
Biru
|
4
|
Biru
|
|
Putih Biru
|
5
|
Putih Biru
|
|
Hijau
|
6
|
Oranye
|
|
Putih Coklat
|
7
|
Putih Coklat
|
|
Coklat
|
8
|
Coklat
|
c. TCP/IP
TCP (Transmition Control Protocol), merupakan bagian dari protokol TCP/IP
untuk menjamin integritas data yang dikirim. IP (Internet Protokol), merupakan
bagian dari protokol TCP/IP yang digunakan untuk pengalamatan data.
IP Address yang digunaka pada LAN menggunakan “IP PRIVATE” :
-
kelas A
:10.0.0.0 - 10.255.255.255
-
kelas B
:172.16.0.0 - 172.31.255.255
-
kelas C
:192.168.0.0 - 192.168.255.255
Subnet mask merupakan deretan digit biner 32 bit yang digunakan untuk :
-
Membedakan
Network ID dan Host ID
-
Menunjukkan
letak suatu host, apakah berada dijaringan lokal atau jaringan luar.
-
Subnet mask
(dalam dotted deciaml) kelas A : 255.0.0
-
Subnet mask
kelas B : 255.255.0.0
-
Subnet mask
kelas C : 255.255.255.0
d. Network ID (NID) dan Host ID (HID)
Aturan dasar pemilihan Network ID
(NID) dan Host ID (HID) :
1. NID adalah bagian dari IP Address yang
digunakan untuk menunjukkan jaringan
tempat komputer berada.
2. HID adalah bagian dari IP Address yang
digunakan untuk menunjukkan workstation, server, router, dan semua host TCP/IP
lainnya dala, jaringan tersebut.
3. NID tidak boleh samadengan 127 ® lopback(IP Address yang digunakan komputer untuk
menunjuk dirinya sendiri).
4. Tidak boleh ada dua host yang memilih HID yang sama.
5. NID dan HID tidak boleh semua bitnya 0 (IP
Address dengan HID sama dengan 0 diartikan sebagai alamat network; menunjuk
suatu jaringan bukan menunjuk suatu host).
6. HID dan NID tidak boleh semua bitnya 255 ® Broadcast (alamat yang mewakili seluruh anggota
jaringan).
B.
Topologi
Jaringan Komputer
Topologi adalah suatu cara menghubungkan komputer yang
satu dengan komputer lainnya sehingga membentuk jaringan. Cara yang saat ini
banyak digunakan adalah bus, oken-ring, star dan peer-to-peer network.
Masing-masing topologi ini mempunyai ciri khas, dengan kelebihan dan
kekurangannya sendiri.
1. Topologi Bus

Gambar 3.2 Topologoi bus
Keuntungan
:
- Hemat kabel
- Layout Kabel sederhana
- Mudah dikembangkan
Kerugian
:
- Deteksi dan isolasi
kesalahan sangat kecil
- Kepadatan lalu lintas
- Bila salah satu client
rusak, maka jaringan tidak bisa berfungsi
- Diperlukan repeater jarak jauh.
2. Topologi Token Ring
Metode token-ring (sering disebut
ring saja) adalah cara menghubungkan komputer sehingga berbentuk ring
(lingkaran). Setiap simpul mempunyai tingkatan yang sama.Jaringan akan disebut
sebagai loop, data dikirimkan kesetiap simpul dan setiap informasi yang
diterima simpul diperiksa alamatnya apakah data itu untuknya atau bukan.
|

Gambar 3.3
topologi token ring
-
Keuntungan : Hemat kabel
-
Kerugian : Peka kesalahan dan pengembangan jaringan lebih
kaku
2. Topologi STAR
Kontrol terpusat, semua link harus melewati pusat yang
menyalurkan data tersebut kesemua simpul atau client yang dipilihnya. Simpul pusat dinamakan
stasium primer atau server dan lainnya dinamakan stasiun sekunder atau client
server. Setelah hubungan jaringan dimulai oleh server maka setiap
client server sewaktu-waktu
dapat menggunakan hubungan jaringan tersebut tanpa menunggu perintah
dari server.

Gambar 3.4
topologi star
Keuntungan
:
-
Paling fleksibel.
-
Pemasangan/perubahan
stasiun sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan lain.
-
Kontrol
terpusat sehingga memudahaan pengelolaan jaringan.
-
Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan.
Kerugian :
-
Boros kabel.
-
Perlu penanganan khusus.
-
Kontrol terpusat (HUB) jadi elemen kritis.
4. Topologi Peer to Peer Network
Peer artinya rekan sekerja.
Peer-to-peer network adalah jaringan komputer yang terdiri dari beberapa
komputer (biasanya tidak lebih
dari 10 komputer dengan 1-2 printer). Dalam sistem jaringan ini yang diutamakan adalah
penggunaan program, data dan printer secara bersama.
C.
Manfaat
Jaringan Komputer
Setelah kita membicarakan dan mengenal jenis-jenis dan
topologi jaringan komputer.setelah itu kita akan membahas tentang manfaat jaringan
komputer diantaranya :
-
Resource
Sharing, Dapat menggunakan sumber daya yang ada secara bersama-sama. Misalnya
seorang pengguna yang berada 100 km jauhnya dari suatu data,tidak mendapatkan
kesulitan dalam menggunakan data tersebut, seolah-olah data tersebut berada
didekatnya. Hal ini sering diartikan bahwa mangatasi masalah jarak.
-
Reliabilitas
Tinggi, dengan jaringan komputer kita akan mendapatkan reliabilitas yang tinggi
dengan memiliki sumber-sumber alternatif persediaan. Misalnya,semua file dapat
disimpan atau dicopy ke dua, tiga atu lebih komputer yang terkoneksi
kejaringan. Sehingga bila salah satu mesin rusak, maka salinan di mesin yang
lain bisa digunakan.
-
Menghemat
Uang, komputer berukutan kecil mempunyai rasio harga/ kinerja yang lebih baik
dibandingkan dengan komputer yang besar. Komputer besar seperti mainframe
memiliki kecapatan kira-kira sepuluh kali lipat kecepatan komputer
kecil/pribadi. Akan tetapi, harga mainframe seribu kali lebih mahal dari
komputer pribadi. Ketidakseimbangan rasio harga/kinerja dan kecepatan inilah
membuat para perancang sistem untuk membangun sistem yang terdiri dari
komputer-komputer pribadi.
D.
DNS (Domain Name System)
Domain
name system adalah system database terdistribusi yang digunakan untuk pencarian
nama (name resolution) pada
suatu jaringan yang berbasis
TCP/IP (transmission control protocol/internet protocol). DNS biasa digunakan
pada aplikasi yang berhubungan dengan internet seperti web-browser, email dan
lain sebagainya., dimana DNS membantu memetakan alamat IP ke nama komputer atau
sebaliknya.
Fungsi dari DNS adalah
menerjemahkan nama komputer ke IP address (memetakan). Client DNS disebut
dengan resolvers dan DNS server disebut dengan name servers. Resolvers atau
client mengirimkan permintaan ke name server berupa queries. Name server akan
memproses dengan cara mencek ke local database DNS, menghubungi name server
lainnya atau akan mengirimkan message failure jika ternyata permintaan dari
client tidak ditemukan. Proses tersebut disebut dengan Forward Lookup Query,
yaitu permintaan dari client dengan cara memetakan nama komputer (host) ke IP
address.
|
|
|

Gambar 3.5 cara kerja DNS
1. Resolver mengirimkan queri ke
name server.
2. Name server
mengecek ke lokal database. jika tidak ditemukan name
server menghubungi name server lain atau menghubungi root
level domain jika masih belum
ditemukan maka name server mengirimkan failure
message.
3. resolver menghubungi alamat yang dituju dengan
IP address yang diberikan oleh name server.
DNS
biasanya diterapkan dengan
menggunakan server DNS
yang memiliki wewenang atau otoritas dalam mengelola nama domain dan
mengacu ke beberapa nama domain lainnya yang dikelola oleh DNS server lainnya.
5. DHCP (Dynamic Host
Configuration Protocol)
Dynamic Host Configuration Protocol adalah protokol yang berbasis
arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP
dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus
memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di
jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan
mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP,
banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default
gateway dan DNS server. DHCP didefinisikan dalam RFC 2131 dan RFC 2132 yang
dipublikasikan oleh Internet Engineering Task Force. DHCP merupakan ekstensi
dari protocol Bootstrap Protocol (BOOTP). Karena DHCP merupakan sebuah protokol
yang menggunakan arsitektur client/server, maka dalam DHCP terdapat dua pihak yang terlibat,
yakni DHCP Server dan DHCP Client.
-
DHCP server merupakan
sebuah mesin yang
menjalankan layanan yang dapat
"menyewakan" alamat IP dan informasi TCP/IP lainnya kepada semua
klien yang memintanya. Beberapa sistem operasi jaringan seperti Windows NT Server, Windows 2000
Server, Windows Server 2003, atau GNU/Linux memiliki layanan seperti ini.
-
DHCP client merupakan mesin klien yang menjalankan
perangkat lunak klien DHCP yang memungkinkan mereka untuk dapat berkomunikasi
dengan DHCP Server. Sebagian besar sistem operasi klien jaringan (Windows NT
Workstation, Windows 2000 Professional, Windows XP, Windows Vista, atau
GNU/Linux) memiliki perangkat lunak seperti ini.
DHCP server umumnya memiliki sekumpulan alamat yang diizinkan untuk
didistribusikan kepada klien, yang disebut sebagai DHCP Pool. Setiap klien
kemudian akan menyewa alamat IP dari DHCP Pool ini untuk waktu yang ditentukan
oleh DHCP, biasanya hingga beberapa hari. Manakala waktu penyewaan alamat IP
tersebut habis masanya, klien akan meminta kepada server untuk memberikan
alamat IP yang baru atau memperpanjangnya. DHCP Client akan mencoba untuk
mendapatkan "penyewaan" alamat IP dari sebuah DHCP server dalam
proses empat langkah berikut :
-
DHCP DISCOVER : DHCP client akan menyebarkan request
secara broadcast untuk mencari DHCP server yang aktif.
-
DHCP OFFER : Setelah DHCP Server mendengar broadcast dari
DHCP Client, DHCP server kemudian menawarkan sebuah alamat kepada DHCP client.
-
DHCPREQUEST : Client meminta DCHP server untuk menyewakan
alamat IP dari salah satu alamat yang tersedia dalam DHCP Pool pada DHCP Server
yang bersangkutan.
-
DHCP ACK : DHCP server akan merespons permintaan dari
klien dengan mengirimkan paket acknowledgment. Kemudian, DHCP server akan
menetapkan sebuah alamat (dan konfigurasi TCP/IP lainnya) kepada klien, dan
memperbarui basis data database miliknya. Klien selanjutnya akan memulai proses
binding dengan tumpukan protokol TCP/IP dan karena telah memiliki alamat IP,
klien pun dapat memulai komunikasi jaringan.
Empat tahap di atas hanya berlaku bagi klien yang belum
memiliki alamat. Untuk klien yang sebelumnya pernah meminta alamat kepada DHCP
server yang sama, hanya tahap 3 dan tahap 4 yang dilakukan, yakni tahap
pembaruan alamat (address renewal). Berbeda dengan sistem DNS yang
terdistribusi, DHCP bersifat stand-alone, sehingga jika dalam sebuah jaringan
terdapat beberapa DHCP server, basis data alamat IP dalam sebuah DHCP Server
tidak akan direplikasi ke DHCP server lainnya. Hal ini dapat menjadi masalah
jika konfigurasi antara dua DHCP server tersebut berbenturan, karena protokol
IP tidak mengizinkan dua host memiliki alamat yang sama.
Catatan : DHCP server harus memiliki alamat IP yang
statis.
3.
Terjadinya trouble shooting
Permasalahan
yang muncul dari sistem jaringan yang dipasang di PT.Multi Karya Usaha adalah :
-
Server
terkadang sering mati atau hang sehingga
akses data tidak berjalan lancar.
-
Jaringan
yang terlalu sibuk mengakibatkan akses data lambat tanpa diimbang dengan
kapasitas hardisk.
-
Kapasitas
ruang hardisk server terlalu penuh yang mengakibatkan akses data lambat.
-
Ruang
server terlalu sempit dan tidak berada diruangan terbuka.
-
Penggunaan
hub atau swicth hanya dua sehingga beberapa ruangan lang sung connect ke server.
-
Para
karyawan yang kurang pemahaman tentang penggunaan komputer sehingga sering
terjadi salah mematikan aplikasi program yang dikarenakan human errors
